Tampilkan postingan dengan label Beasiswa Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Beasiswa Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 18 Agustus 2015

Program Sarjana Mengajar Capai 18 Ribu Pendaftar

Direktur Jenderal (Dirjen) Sumber Daya, Ilmu Pengetahuan Teknologi (Iptek) dan Pendidikan Tinggi (Dikti), Ali Ghufron Mukti mengungkapkan, pendaftar Sarjana Mengajar di daerah Terpencil, Terluar dan Tertinggal (SM-3T) mengalami peningkatan dari waktu ke waktu. Menurutnya, pendaftar SM-3T di tahun ini berjumlah 18 ribuan.

“Jumlah pendaftar meningkat dibandingkan 2011,” ungkap Ghufron. Ia menerangkan, jumlahnya jauh berbeda daripada saat SM-3T pertama kali dliluncurkan. Ghufron mengungkapkan, 12 ribuan sarjana mendaftar pada SM-3T 2011 lalu.

Untuk tahun ini, Ghufron juga menjelaskan, sebanyak 3.140 sarjana akan dikirimkan ke daerah-daerah Terpencil, Terluar dan Tertinggal (3T). Menurutnya, angka tersebut berasal dari 16 Lembaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan (LPTK) se-Indonesia. Dengan jumlah Program Studi (Prodi), kata dia, yakni berkisar 168 prodi.

Ghufron menegaskan, 3.140 sarjana pendidikan itu siap diberangkatan pada hari ini, Selasa, (18/8). Menurut dia, mereka akan ditempatka di 54 Kabupaten dari Aceh hingga Papua.

Terkait para sarjana ini, Ghufron berpendapat, mereka merupakan para pilihan yang lolos seleksi. Mereka, kata dia, kelak akan dikirim dan mengajar di daerah 3T selama satu tahun.

Selanjutnya, kata dia, mereka akan melakukan Pendidikan Profesi Guru (PPG) di LPTK selama setahun pula. “Kemudian mereka akan langsung kiprah dan langsung tersertifikasi,” jelas dia.

Sementara itu, Ketua LPTK se-Indonesia Djaali mengungkapkan, 230 sarjana pendidikan akan dilepas secara simbolis di Gedung D Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekditi), Senayan, Jakarta, Selasa (18/8). “Mereka yang hadir saat ini mewakili 3140 SM-3T lainnya,” tegasnya.

Seperti diketahui, Kemenristekdikti melepas sejumlah para sarjana pendidikan SM-3T angkatan V. Pelepasan ini diselenggarakan di Gedung D Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekditi), Senayan, Jakarta, Selasa (18/8).

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dikti, Ainun Naim mengatakan, para SM-3T akan mendapatkan tunjangan khusus. Selain itu, ia juga mengungkapkan Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) berencana akan memberikan pelayanan perumahan kepada para SM-3T. Menurutnya, upaya ini merupakan kerjasama dengan salah satu bank di Indonesia.

Minggu, 17 November 2013

Beasiswa Negara Berkembang di Swiss


Foto: MIDS
Geneva Law School dan Graduate Institute of International and Development Studies membuka pogram beasiswa untuk jenjang S-2. Beasiswa dapat diambil di Swiss. 
Beasiswa diberikan untuk studi di bidang Penyelesaian Sengketa Internasional. Beasiswa ini meliputi biaya pendidikan termasuk biaya hidup senilai 15 ribu Swiss Franc atau setara dengan Rp185,5 juta (Rp12.370 per Swiss Franc). Dana tersebut akan diberikan selama sepuluh bulan masa program. 


Kualifikasi yang dicari dari pelamar beasiswa adalah: 
- Memiliki kesulitan finansial 
- Mengalami kesulitan mendapatkan bantuan finansial berupa pinjaman dana pendidikan dari institusi lain
- Berasal dari negara berkembang. 

Pendaftaran dilakukan melalui email maupun mengirim berkas lamaran via pos. Berkas lamaran termasuk: slip gaji semua orang yang berkontribusi dalam keuangan keluarga, termasuk pelamar;  pernyataan resmi bank tentang ketersediaan dana/aset pelamar dan fotokopi pernyataan tanggapan atas lamaran beasiswa pelamar di institusi lain. 
Pendaftaran dibuka hingga 31 Januari 2014. Buka laman Master Scholarships for Developing Countrie's Students di Swiss untuk informasi lengkap.


Rebut 40 Beasiswa S-1 & S-2 di Inggris

Foto: University of Brighton, UK.
Pada 2015, University of Brighton, Inggris, menawarkan 40 beasiswa bagi pelajar internasional. Beasiswa akan diberikan kepada mahasiswa jenjang S-1 dan S-2. 

Pelamar beasiswa ini dapat mengambil bidang studi apa pun di University of Brighton. Bentuk beasiswa adalah pengurangan biaya studi senilai 4.000 poundsterling atau senilai Rp73,09 juta (Rp18.273 per poundsterling) setiap tahun. Kandidat yang dipilih adalah mereka yang menunjukkan kemampuan akademik dan prestasi lainnya dalam bidang tertentu. 
Untuk pendaftaran beasiswa tahun akademik 2014, silakan kirim email ke internationalscholarships@brighton.ac.uk. Tuliskan nomor aplikasi atau UCAS sebagai subjek email. Nantinya, pihak universitas akan mengirimkan paket lamaran beasiswa untuk Anda isi. 
Berkas lamaran yang sudah diisi bisa dikirim kembali via email atau dicetak dan dikirim via pos.Deadline pendaftaran adalah 31 Juli 2014. Sedangkan pengumuman hasil seleksi beasiswa akan dilakukan pada Agustus 2014.

Kamis, 14 November 2013

Berburu Bantuan, Murid SD Bolos Massal

Ratusan murid Sekolah Dasar (SD) bolos sekolah. Pemandangan yang tidak biasa ini terjadi di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan, Rabu (13/11).
Ruang belajar murid ini seolah pindah di Bank Sulsel Cabang Sidrap, Jalan Jenderal Sudirman, Pangkajene. Mereka antre bersama dengan nasabah bank lainnya.
"Dari pada tidak dapat bantuan BSM, mending kita jemput sendiri di bank," ujar Burhan, yang mendampingi anaknya seperti yang dilansir FAJAR (JPNN Group), Kamis (14/11).

Ratusan murid SD ini rupanya menerima Bantuan Siswa Miskin (BSM). Masing-masing penerima mendapat Rp 450 ribu.
Peristiwa ini disayangkan Dinas Pendidikan Sidrap. Kepala Bidang Pendidikan Dasar, Dinas Pendidikan Sidrap, Syahrul Syam, mestinya pihak yang mengantar langsung bantuan itu ke sekolah. "Jangan seperti itu. Itukan merugikan pelajar. Pihak bank lah yang seharusnya mengantarkannya," ujar Syahrul.
 
Syahrul menjelaskan di dalam nota kesepakatan yang telah ditandatangani antara pihak perbankan dan kementerian, mekanisme penyalurannya sudah diatur dan tidak sampai mengganggu proses belajar mengajar. "Itu yang mesti dipedomani," aku Syahrul.
Total penerima BSM dari kalangan SD di Sidrap tahap pertama mencapai 2.193 anak dengan jumlah dana mencapai Rp916 juta. Sedangkan untuk tahap II meliputi 556 anak, dengan jumlah dana Rp226 juta.



Rabu, 13 November 2013

BSM Ngadat, Indikasi tak Peduli Siswa Miskin


Sektretaris Jenderal Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) Retno Listyarti mengatakan, lambannya penyaluran Bantuan Siswa Miskin (BSM) jelas-jelas merugikan siswa miskin.
"Tentu saja merugikan siswa miskin atau jangan-jangan karena kemiskinannya mereka tak bisa sekolah makanya tidak terdata oleh pihak sekolah. Jadi, seolah-olah tidak ada siswa miskin padahal si miskin memang tak masuk sekolah," kata Retno di Jakarta, Rabu (6/11).
Kemendikbud dan kemenag mendapat rapor merah karena dicap lamban menyalurkan dana BSM tahun 2013. Berdasarkan data Kemenko Kesra, Kemendikbud baru menyalurkan BSM sebesar 40 persen dan Kemenag 35 persen.

Hal ini menurut Retno menunjukkan Kemendikbud dan kemenang tidak memiliki data akurat soal siswa miskin. Kemudian, bisa jadi kedua lembaga yang mengurusi pendidikan itu kurang memperhatikan atau tak memiliki kepedulian dengan siswa miskin.
"Padahal saya yakin siswa miskin di Indonesia sangat anyak. Mungkin mekanisme penyalurannya harus dievaluasi agar lebih transparan dan tepat sasaran," tegasnya.
Penyaluran BSM merupakan salah satu upaya pemerintah menjalankan program percepatan dan perluasan perlindungan sosial (P4S). Selain BSM, program ini juga mencurukan Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM), beras untuk masyarakat miskin (Raskin), Program Keluarga Harapan (PKH), dan pembenahan infrastruktur oleh Kementerian Pekerjaan Umum.

Rincian program P4S itu adalah alokasi untuk BSM sebesar Rp 7,5 triliun, PKH (Rp 700 miliar), Raskin (4,3 triliun), BLSM (Rp 9,7 triliun), dan pembangunan infrastruktur (Rp 7,25 triliun).